Kanker penis mungkin bukan topik yang sering dibicarakan, tetapi kewaspadaan terhadap penyakit ini tetap sangat penting. Meski termasuk kanker yang jarang, terutama di negara dengan tingkat kebersihan yang baik, deteksi dini merupakan kunci utama untuk pengobatan yang sukses dan mempertahankan fungsi organ.

Mengenali gejala kanker penis sejak dini dapat menyelamatkan nyawa. Artikel ini akan membahas secara mendalam tentang berbagai tanda, faktor risiko, dan langkah pencegahan yang dapat Anda ambil.
Apa Itu Kanker Penis?
Kanker penis adalah kondisi di mana sel-sel ganas (kanker) terbentuk di jaringan penis. Sebagian besar kanker penis dimulai pada kulit penis, khususnya pada kulup (prepuce) atau kepala penis (glans). Jenis yang paling umum adalah karsinoma sel skuamosa, yang menyumbang sekitar 95% dari semua kasus.
Gejala-Gejala Kanker Penis yang Perlu Diwaspadai
Gejala kanker penis seringkali terlihat dan dapat diraba. Penting untuk tidak mengabaikan perubahan apa pun pada penis Anda. Berikut adalah tanda-tanda yang harus diperhatikan:
- Perubahan Warna Kulit: Area kulit penis mungkin berubah warna, misalnya menjadi lebih memerah, lebih gelap, atau bahkan memutih.
- Perubahan Tekstur Kulit: Kulit pada kepala atau batang penis mungkin menebal (seperti berkapur) atau mengalami perubahan tekstur yang tidak biasa.
- Munculnya Benjolan atau Luka (Ulkus): Ini adalah gejala paling umum. Benjolan bisa berukuran kecil atau besar, datar atau menonjol, dan biasanya tidak sakit pada tahap awal. Luka atau borok yang tidak kunjung sembuh juga perlu diwaspadai.
- Ruam yang Tidak Hilang: Munculnya ruam berwarna kemerahan atau seperti velcro yang mungkin terasa gatal atau tidak.
- Pertumbuhan Mirip Kutil atau Bintik: Pertumbuhan yang menyerupai kutil atau bintik-bintik kecil yang bisa membesar seiring waktu.
- Pembengkakan pada Ujung Penis (Glans): Ujung penis dapat membengkak, terutama jika kanker terletak di bawah kulup.
- Keluarnya Cairan Abnormal atau Berdarah: Darah mungkin keluar dari ujung penis atau dari luka yang ada. Bisa juga disertai dengan nanah yang berbau tidak sedap.
- Bau Tidak Sedap: Bau kuat dan tidak sedap dapat terjadi, seringkali akibat infeksi sekunder di bawah kulup yang tidak dibersihkan (smegma).
- Perubahan pada Kulup: Pada pria yang tidak disunat, mungkin menjadi sulit atau tidak mungkin untuk menarik kembali kulup (fimosis).
Catatan Penting: Memiliki satu atau lebih gejala di atas tidak serta-merta berarti Anda menderita kanker penis. Banyak kondisi lain yang memiliki gejala serupa, seperti:
- Infeksi Menular Seksual (IMS) seperti kutil kelamin, sifilis, atau herpes.
- Infeksi jamur atau bakteri.
- Psoriasis.
- Lichen planus.
- Iritasi kulit sederhana.
Namun, jangan pernah menunda untuk memeriksakan diri ke dokter jika Anda mengalami perubahan yang tidak normal dan menetap selama lebih dari dua minggu.
Faktor Risiko Kanker Penis
Memahami faktor risiko dapat membantu Anda mengambil langkah pencegahan:
- Fimosis: Kondisi dimana kulup menyempit dan tidak dapat ditarik ke belakang, menyebabkan penumpukan smegma yang dapat mengiritasi kulit.
- Kebersihan yang Buruk: Kurang menjaga kebersihan penis meningkatkan risiko iritasi dan peradangan kronis.
- Infeksi Human Papillomavirus (HPV): Beberapa strain HPV, terutama tipe 16 dan 18, memiliki kaitan kuat dengan perkembangan kanker penis.
- Usia: Risiko meningkat pada pria di atas usia 50 tahun.
- Merokok: Zat karsinogen dalam tembakau dapat meningkatkan risiko berbagai kanker, termasuk kanker penis.
- Psoriasis yang Diobati dengan Sinar UV (Psoralen dan Ultraviolet A/PUVA): Terapi ini dapat sedikit meningkatkan risiko kanker kulit, termasuk di area penis.
- Sistem Kekebalan Tubuh yang Lemah: Misalnya, pada penerima transplantasi organ atau penderita HIV/AIDS.
Diagnosis dan Pengobatan
Jika dicurigai kanker penis, dokter akan melakukan:
- Pemeriksaan Fisik: Memeriksa penis dan kelenjar getah bening di selangkangan.
- Biopsi: Pengambilan sampel jaringan kecil dari area yang mencurigakan untuk diperiksa di bawah mikroskop. Ini adalah satu-satunya cara untuk memastikan diagnosis kanker.
Pilihan pengobatan sangat bergantung pada stadium dan lokasi kanker, antara lain:
- Operasi: Mengangkat jaringan kanker, bisa berupa operasi kecil untuk kanker dini atau penisektomi (pengangkatan sebagian atau seluruh penis) untuk kanker lanjut.
- Radioterapi: Menggunakan sinar berenergi tinggi untuk membunuh sel kanker.
- Kemoterapi: Menggunakan obat-obatan untuk membunuh sel kanker, baik secara topikal (oles) untuk kanker stadium sangat dini maupun sistemik untuk kanker yang telah menyebar.
Langkah Pencegahan
Pencegahan adalah strategi terbaik:
- Jaga Kebersihan: Bersihkan penis secara rutin, termasuk menarik kulup (jika ada) dan membersihkan daerah di bawahnya untuk mencegah penumpukan smegma.
- Vaksinasi HPV: Vaksin HPV tidak hanya melindungi dari kanker serviks pada wanita, tetapi juga dari kutil kelamin dan kanker penis pada pria.
- Hubungan Seks yang Aman: Gunakan kondom untuk mengurangi risiko tertular HPV dan IMS lainnya.
- Berhenti Merokok: Menghentikan kebiasaan merokok mengurangi banyak risiko kanker.
- Sunat: Beberapa penelitian menunjukkan bahwa sunat dapat mengurangi risiko kanker penis, meskipun bukan jaminan mutlak.
- Periksa Diri Sendiri: Lakukan pemeriksaan rutin pada penis untuk mengenali perubahan apa pun sejak dini.
Kesimpulan
Kanker penis adalah penyakit serius, tetapi dengan kesadaran dan deteksi dini, peluang untuk sembuh sangat tinggi. Jangan biarkan rasa malu atau takut menghalangi Anda untuk berkonsultasi dengan dokter. Mengenali gejala kanker penis seperti benjolan, perubahan warna kulit, atau luka yang tidak kunjung sembuh adalah langkah pertama yang sangat penting. Segera temui dokter spesialis urologi jika Anda menemukan tanda-tanda yang mencurigakan. Kesehatan adalah investasi terbesar Anda, dan tindakan cepat Anda hari ini dapat menyelamatkan hidup di masa depan.