Bawang putih, si umbi putih yang sering disebut “superfood”, telah lama menjadi pilar dalam dunia kuliner dan pengobatan tradisional. Dikenal karena senyawa allicin yang memberikannya aroma khas dan segudang manfaat kesehatan—seperti meningkatkan imunitas, menurunkan tekanan darah, dan kolesterol—bawang putih mentah sering dikonsumsi untuk mendapatkan khasiat terbaiknya.

Namun, seperti pepatah lama, segala yang berlebihan itu tidak baik. Konsumsi bawang putih mentah secara berlebihan justru dapat membalikkan manfaatnya dan menimbulkan berbagai efek samping yang mengganggu, bahkan berbahaya bagi sebagian orang.
Apa saja efek samping yang perlu diwaspadai? Berikut ulasan lengkapnya.
1. Gangguan Pencernaan (Iritasi Lambung dan Usus)
Ini adalah efek samping yang paling umum. Bawang putih mentah bersifat iritatif terhadap dinding saluran pencernaan. Mengonsumsinya dalam jumlah banyak, terutama saat perut kosong, dapat memicu:
- Mual dan Muntah: Sensasi panas dan iritasi di lambung.
- Heartburn (Rasa panas di dada): Bawang putih dapat melemaskan otot sphincter esofagus bagian bawah, memicu naiknya asam lambung.
- Perut Kembung dan Gas: Bawang putih mengandung fructans, sejenis karbohidrat yang pada sebagian orang sulit dicerna dan difermentasi oleh bakteri usus, menghasilkan gas berlebih.
- Diare: Iritasi pada usus dapat mempercepat pergerakan usus.
Siapa yang berisiko? Penderita maag (dispepsia), GERD, atau sindrom iritasi usus (IBS) sangat rentan mengalami gejala yang memburuk.
2. Bau Mulut dan Bau Badan yang Tajam
Efek samping yang satu ini mungkin paling terkenal. Senyawa sulfur dalam bawang putih, seperti allicin, diserap ke dalam aliran darah setelah dicerna. Senyawa ini kemudian dikeluarkan melalui pori-pori kulit dan paru-paru (napas). Proses ini dapat menyebabkan bau badan dan napas yang khas dan bertahan hingga berjam-jam, bahkan berhari-hari, setelah konsumsi.
3. Meningkatkan Risiko Pendarahan
Bawang putih memiliki sifat antikoagulan atau pengencer darah alami yang ringan. Ini dapat bermanfaat untuk kesehatan jantung, tetapi konsumsi berlebihan justru dapat meningkatkan risiko pendarahan, terutama jika dikombinasikan dengan obat pengencer darah seperti warfarin, aspirin, atau clopidogrel.
Gejala yang perlu diwaspadai: Mudah memar, mimisan yang sering atau sulit berhenti, gusi berdarah, dan periode menstruasi yang sangat berat.
4. Tekanan Darah Terlalu Rendah (Hipotensi)
Salah satu manfaat bawang putih adalah membantu menurunkan tekanan darah tinggi. Namun, jika dikonsumsi secara berlebihan, terutama oleh orang yang sudah memiliki tekanan darah normal atau rendah, atau sedang mengonsumsi obat antihipertensi, dapat menyebabkan penurunan tekanan darah yang drastis (hipotensi).
Gejala hipotensi: Pusing, lemas, mual, penglihatan kabur, hingga pingsan.
5. Reaksi Alergi
Meski jarang, beberapa orang bisa memiliki alergi terhadap bawang putih. Reaksi alergi dapat berkisar dari ringan hingga parah (anafilaksis).
Gejala alergi:
- Ruam atau gatal-gatal pada kulit (urtikaria)
- Pembengkakan bibir, lidah, atau wajah
- Sesak napas atau mengi
- Pusing dan mual
6. Iritasi Kulit (Dermatitis Kontak)
Mengoleskan bawang putih mentah langsung ke kulit dapat menyebabkan iritasi, luka bakar, dan dermatitis kontak karena senyawa kuat yang dikandungnya. Hal ini tidak disarankan tanpa pengawasan medis.
7. Interaksi dengan Obat-Obatan Tertentu
Selain obat pengencer darah dan penurun tekanan darah, bawang putih dapat berinteraksi dengan beberapa jenis obat:
- Obat HIV: Dapat menurunkan efektivitas beberapa obat antiretroviral.
- Obat yang dimetabolisme oleh hati: Bawang putih dapat memengaruhi enzim hati tertentu (sitokrom P450), yang berperan dalam memecah banyak obat, sehingga berpotensi mengubah efektivitasnya.
Lalu, Berapa Dosis Aman Konsumsi Bawang Putih Mentah?
Secara umum, konsumsi 1-2 siung bawang putih mentah per hari dianggap aman bagi kebanyakan orang dan cukup untuk memberikan manfaat kesehatan. Kuncinya adalah tidak berlebihan.
Jika Anda tidak terbiasa, mulailah dengan dosis kecil (misalnya setengah siung) dan perhatikan reaksi tubuh. Selalu konsumsi bersama makanan untuk mengurangi iritasi pada lambung.
Tips Mengurangi Efek Samping Bawang Putih
- Hancurkan atau Cincang, lalu Diamkan Sebentar: Menghancurkan bawang putih mengaktifkan enzim alliinase yang membentuk allicin. Biarkan selama 10-15 menit sebelum dikonsumsi untuk memaksimalkan pembentukan senyawa bermanfaat.
- Konsumsi Bersama Makanan: Selalu makan bawang putih mentah sebagai bagian dari makanan, bukan dengan perut kosong.
- Masak jika Perlu: Memasak bawang putih dapat mengurangi efek iritasinya pada pencernaan, meski juga sedikit mengurangi potensi allicin.
- Netralkan Bau Mulut: Minum susu, makan apel, atau mengunyah daun mint dan peterseli setelah konsumsi dapat membantu menetralkan bau napas.
- Konsultasi dengan Dokter: Jika Anda memiliki kondisi kesehatan tertentu (terutama terkait lambung, darah, atau tekanan darah) atau sedang mengonsumsi obat-obatan, sangat penting untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum menjadikan bawang putih mentah sebagai suplemen harian.
Kesimpulan
Bawang putih mentah adalah bahan alami yang kaya manfaat, tetapi ia bukan tanpa risiko. Memahami efek samping konsumsi bawang putih mentah berlebihan adalah langkah bijak untuk mendapatkan khasiatnya tanpa membahayakan kesehatan. Dengarkan sinyal yang diberikan tubuh Anda. Moderasilah dalam konsumsi, dan jangan ragu untuk mencari alternatif atau nasihat medis jika Anda termasuk dalam kelompok berisiko. Dengan begitu, Anda bisa menjadikan bawang putih sebagai teman, bukan lawan, untuk kesehatan jangka panjang Anda.