Cara Tepat Menyimpan Bawang Putih agar Khasiat Awet

Bawang putih adalah bumbu dapur sekaligus obat yang luar biasa. Kandungan allicin di dalamnya memberikan segudang manfaat, mulai dari menurunkan tekanan darah, meningkatkan kekebalan tubuh, hingga melawan radikal bebas. Namun, menyimpan bawang putih seringkali menjadi tantangan. Salah menyimpan, siungnya bisa cepat bertunas, lembek, berjamur, atau kehilangan khasiatnya.

bawang putih

Lalu, bagaimana cara menyimpan bawang putih yang benar? Artikel ini akan membahas panduan lengkapnya, dari menyimpan bawang utuh hingga yang sudah dikupas dan dicincang.

Mengenal Jenis Bawang Putih untuk Penyimpanan

Sebelum memilih metode penyimpanan, kenali dulu jenisnya:

  • Bawang Putih Segar (Fresh Garlic): Biasanya masih memiliki batang dan akar, kulitnya masih lembap. Jenis ini lebih mudah bertunas dan harus segera digunakan.
  • Bawang Putih Kering (Cured Garlic): Jenis yang paling umum dijual di pasaran. Kulitnya kering, papery, dan lebih awet disimpan.

Cara Menyimpan Bawang Putih Utuh (Seluruh Siung dalam Umbi)

Ini adalah cara menyimpan bawang putih untuk stok mingguan atau bulanan.

1. Di Tempat yang Sejuk, Kering, dan Gelap (The Pantry Method)
Ini adalah metode terbaik dan paling alami. Bawang putih membutuhkan sirkulasi udara untuk mencegah kelembapan.

  • Wadah: Gunakan wadah anyaman seperti keranjang bambu, kantung jaring (mesh bag), atau bahkan paper bag yang diberi beberapa lubang. Hindari wadah kedap udara seperti toples kaca atau plastik tertutup rapat.
  • Lokasi: Simpan di dapur yang sejuk, kering, dan gelap (jangan dekat kompor atau sink). Suhu ruangan ideal adalah sekitar 15-18°C.
  • Durasi: Dengan cara ini, bawang putih utuh dapat bertahan 1-2 bulan.

2. Menyimpan dalam Minyak (Perhatian! Cara Berisiko)
Menyimpan bawang putih utuh dalam minyi tidak disarankan pada suhu ruangan karena berisiko tinggi memicu pertumbuhan botulisme (Clostridium botulinum), sejenis racun berbahaya. Jika ingin melakukan ini, Anda harus menyimpannya di freezer.

Cara Menyimpan Bawang Putih yang Sudah Dikupas

Ketika Anda sudah mengupas bawang putih lebih dari yang dibutuhkan, ini solusinya:

1. Dalam Wadah Kedap Udara di Kulkas

  • Masukkan siung bawang putih kupas ke dalam wadah kedap udara atau kantong zip-lock.
  • Simpan di chiller atau rak kulkas (bukan freezer).
  • Durasi: Bertahan hingga 1 minggu.

2. Dalam Freezer (Cara Paling Awet)

  • Untuk Siung Utuh Kupas: Masukkan ke dalam kantong freezer atau wadah kedap udara. Bekukan. Siung akan beku dan siap digunakan langsung dalam masakan.
  • Dicincang/Dihaluskan: Anda bisa mencincang atau menghaluskannya, lalu menyimpannya dalam ice cube tray. Setelah beku, pindahkan kubus bawang putih ke dalam kantong freezer.
  • Durasi: Bekuan bawang putih dapat bertahan hingga 10-12 bulan. Teksturnya akan berubah menjadi lebih lunak setelah dicairkan, sehingga paling cocok untuk masakan tumisan, sup, atau saus.

Cara Menyimpan Bawang Putih yang Sudah Dikupas dan Dicincang

1. Dalam Minyak di Freezer (Aman)

  • Haluskan atau cincang bawang putih, masukkan ke dalam ice cube tray, lalu tuangkan minyak zaitun atau minyak netral lainnya hingga menutupinya.
  • Bekukan. Metode ini sangat praktis. Saat memasak, tinggal ambil satu kubus dan langsung tumis.
  • Durasi: Hingga 3-4 bulan di freezer.

2. Difermentasi (Menjadikan Black Garlic)

  • Proses fermentasi lambat dengan suhu terkontrol akan mengubah bawang putih menjadi hitam, dengan rasa manis, asam, dan tekstur seperti karamel. Meski prosesnya rumit di rumah, black garlic memiliki umur simpan yang sangat panjang dan khasiat antioksidan yang lebih tinggi.

Tempat yang HARUS Dihindari untuk Menyimpan Bawang Putih

  • Kulkas (untuk bawang utuh): Suhu dingin dan lembap kulkas justru akan mempercepat pertumbuhan tunas dan membuat teksturnya kenyal. Simpan di kulkas hanya jika sudah dikupas.
  • Plastik Tertutup Rapat: Menjebak uap air dan ethylene gas, mempercepat pembusukan.
  • Tempat Terbuka dan Terkena Sinar Matahari Langsung: Sinar UV dapat merusak kualitas dan memicu pertumbuhan tunas.

FAQ: Pertanyaan Umum Seputar Menyimpan Bawang Putih

1. Apakah bawang putih yang bertunas masih aman dikonsumsi?
Ya, masih aman. Tunasnya mungkin terasa sedikit pahit, sehingga sebaiknya dibuang. Meski sudah bertunas, siung bawang putihnya sendiri masih bisa digunakan. Namun, kandungan allicin dan khasiatnya mungkin sudah mulai berkurang.

2. Bagaimana cara mengetahui bawang putih sudah busuk?
Ciri-cirinya: teksturnya sangat lembek dan berair, muncul bintik-bintik hijau atau hitam (jamur), dan mengeluarkan aroma asam atau tidak sedap yang menyengat.

3. Bisakah saya menyimpan bawang putih di wadah plastik?
Tidak disarankan untuk bawang utuh. Jika terpaksa, pastikan wadahnya tidak tertutup rapat dan beri lubang untuk sirkulasi udara.

Kesimpulan

Kunci utama menyimpan bawang putih adalah mengontrol kelembapan, suhu, dan cahaya. Untuk bawang putih utuh, simpan di tempat sejuk, kering, dan gelap dengan sirkulasi udara baik. Untuk bawang yang sudah dikupas atau dicincang, freezer adalah sahabat terbaik untuk menjaga kesegaran dan khasiatnya tetap awet dalam waktu lama.

Dengan menerapkan cara-cara di atas, Anda tidak hanya menghemat uang dengan mengurangi pembusukan, tetapi juga memastikan setiap siung bawang putih yang Anda gunakan masih penuh dengan manfaat kesehatan untuk keluarga. Selamat mencoba!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *